Turis Jerman Beberkan Kronologis Perampokan

Turis Jerman Beberkan Kronologis Perampokan

Gerhard Toper,  wisatawan asing asal Jerman yang merupakan salah satu korban perampokan di Gunung Pengsong, Kecamatan Labuapi, sekitar 2 minggu lalu, menyampaikan kronologis perampokan. Gerhard menyebut pemberitaan media belum lengkap. Gerhard tidak sendirian menjadi korban. Ada juga Alisan Jane Reynolds asal Inggris. Hingga saat ini polisi belum mengungkap pelaku. “ Kami ingin menyampaikan klarifikasi jalannya peristiwa tersebut,” ungkap Gerhard.

Saat naik ke Gunung Pengsong, Gerhard mengaku ditawari jasa pemandu oleh pengelola kawasan. Namun karena ia tahu bahwa jarak menuju ke puncak gunung tidak jauh, ia menolak tawaran tersebut. Ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Gerhard juga menolak didampingi karena calon pemandu adalah laki-laki tua yang secara fisik tidak bisa memberikan perlindungan jika terjadi apa-apa.

Sampai di puncak, Gerhard bertemu dengan turis lain yang bersiap turun setelah menikmati pemandangan. Turis yang dimaksud perempuan dan berambut pirang. Ia didampingi guide asal Senggigi. “ Mereka ini mungkin bisa jadi saksi penting. Sebab sebelumnya mungkin mereka melihat pelaku,” ungkapnya.

Suasana di Puncak Pengsong kemudian sepi. Ada suara anjing menggonggong, namun sesaat kemudian tidak terdengar lagi. Setelah menikmati suasana tempat persembahyangan di puncak Pengsong, tiba-tiba saja kawanan rampok keluar dari semak-semak dan langsung menyerang korban. Setahu Gerhard, ada 4 pelaku yang tiba-tiba muncul. Mereka pakai topeng dan membawa senjata tajam. Gerhard tidak sempat melawan dan langsung bisa dilumpuhkan. “ Satu orang memukul kami pakai kayu di bagian kepala. Dia pakai tangan kiri, mungkin kidal,” ungkapnya.

Bule ini menganggap pelaku adalah orang-orang profesional. Mereka tidak bicara apa-apa, tetapi langsung menyerang korban. Iapun meminta polisi segera mengungkap pelaku kejahatan ini. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan penanganan oleh kepolisian.

Kasus ini memang tengah ditangani Polsek Labuapi. Belum lama ini Kapolsek Labuapi, Ipda Lalu Muharlan, menyampaikan, polisi  telah mengantongi identitas pelaku. Namun untuk sementara waktu identitas pelaku belum bisa dibuka karena khawatir pelaku akan kabur duluan sebelum ditangkap.  Muharlan tidak mengungkap dari kelompok mana pelaku berasal. Yang pasti pelaku berasal dari sekitar TKP. Seluruh proses penanganan kasus diklaim tetap dilaporkan kepada keluarga korban secara berkala. Korban juga saat ini dalam kondisi sudah sehat setelah menderita luka di bagian kepala.

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply