Uang Penjualan Saham Segera Dibagi

Uang Penjualan Saham Segera Dibagi

MATARAM-Pemprov memiliki hak Rp 187,6 miliar dari hasil penjualan enam persen saham milik daerah di eks PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Angka itu merupakan nilai 40 persen dari Rp 469 miliar dana sisa penjualan saham yang kini sudah ada di rekening PT Daerah Maju Bersaing (DMB).

                Dana Rp 187 miliar itu bisa masuk rekening milik Pemprov NTB dengan syarat PT DMB dilikuidasi atau perusahaannya dibubarkan. Opsi-opsi terkait hal ini kini sedang ditimbang dan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan.

Rencananya, RUPS tahunan PT DMB itu akan digelar Senin 25 Juni lusa. RUPS tidak cuma membahas pemanfaatan dana Rp 469 miliar saja. Namun juga akan membahas nasib PT DMB. Apakah perusahaan patungan Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat ini akan dibubarkan atau tetap dipertahankan.

Asisten II Pemprov NTB H Chairul Mahsul di ruang kerjanya kemarin (22/6) menjelaskan, ada tiga opsi yang sudah disiapkan untuk menentukan nasib DMB. Yakni dilanjutkan, diambil alih, atau dilikuidasi (pembubaran perusahaan). Tiga opsi tersebut masih ditimbang-timbang dan dikaji bersama. Mana di antaranya yang terbaik dan menguntungkan semua pihak.

Jika opsi dilanjutkan dan pembubaran tidak diambil pemegang saham, masih ada pilihak ketiga yakni Pemprov NTB akan mengambil alih perusahaan tersebut. Bisa saja pemprov membeli saham KSB dan Sumbawa sehingga PT DMB menjadi miliki tunggal Pemprov NTB.

”Tapi opsi-opsi itu harus melalui proses pembentukan peraturan daerah juga,” jelasnya.

Hingga kemarin, kata Chairul, belum diputuskan mana jalan yang akan dipilih. Semua itu nanti akan diputuskan di RUPS PT DMB.

Andai pun keberadaan PT DMB tetap berlanjut, Chairul memastikan pemerintah daerah pemilik saham akan tetap mendapatkan dana segar dari hasil penjualan saham eks Newmont tersebut. Tetapi tentu dana tak akan dibagi habis. Bisa saja hanya sebagian yang dibagi, kemudian sisanya diinvestasikan untuk usaha DMB.

”Intinya harus ada dana yang masuk ke kas daerah dari hasil penjualan itu,” ujarnya.

Lagi pula, jika Rp 469 miliar dikelola DMB juga tidak terlalu bagus. Sebab, pemprov juga butuh tambahan penyertaan modal di Bank NTB agar bisa menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen. Dimana saat ini, persentase saham Pemprov di Bank NTB hanya 44 persen.

”Kita masih butuh sekitar Rp 60-an miliar,” ungkap Chairul.

Sekadar mengingatkan, total dana yang diterima dari Bakrie Group untuk PT DMB adalah Rp 718 miliar. Dana ini terdiri dari hasil penjualan enam persen saham Newmont senilai Rp 469 miliar dan dana advance dividen sebesar Rp 221 miliar. Dana advence dividen ini dihitung semenjak 2012 hingga 2015. Sebab, saat itu, PT NNT memang tidak memberikan dividen kepada para pemegang saham. Sehingga mitra Pemprov NTB yakni Multi Capital, anak usaha Bakrie Group memberikan dana advence dividen kepada PT DMB sebesar Rp USD 4 juta tiap tahun.

Belum diketahui, apa unit usaha yang akan dilakukan oleh DMB andai diputuskan perusahaan ini tetap berlanjut. Namun, merujuk pada hasil Tim Analisis Investasi PT DMB, telah terbit rekomendasi sejumlah peluang usaha untuk DMB. Peluang-peluang usaha itu antara lain pembangunan Depo Gas di Pelabuhan Lembar dan Labuhan Santong atau Labuhan Lalar di Pulau Sumbawa.

PT DMB juga bisa melirik usaha dengan menjadi sub kontraktor di PT Amman Mineral Nusa Tenggara. DMB juga disarankan melirik sektor agro ecosport di Sembalun dan Kembang Kuning (Lotim), Meninting (Mataram), kawasan Taliwang Lebo, Mantar, dan Sekongkang di Sumbawa Barat, serta SAMOTA. Juga bisa menanam modal di Bank NTB, atau membangun industri pendukung UMKM di Lombok, KSB dan Sumbawa. Serta menanam modal di PT Global Hub Indonesia (calon pengelola Global Hub di Lombok Utara. (ili/kus/r8)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.