Warga Tolak Pemagaran Jalan, Kusnadi : Kalau Sesuai Kesepakatan Awal Pasti Ada Solusi

Warga Tolak Pemagaran Jalan, Kusnadi : Kalau Sesuai Kesepakatan Awal Pasti Ada Solusi

Belasan warga melakukan aksi penolakan terhadap penutupan ruas jalan di sebelah timur lokasi proyek pembangunan Lombok Epicentum Mall (LEM). Sebab, ruas jalan itu menjadi satu-satunya akses jalan keluar masuk bagi warga.

“Kami hanya meminta akses jalan ini jangan ditutup. Lewat mana kami keluar masuk”, kata salah seorang warga, Nyoman Mandra. Penutupan ruas jalan yang selama ini menjadi akses jalan keluar masuk warga itu dipagar menggunakan kayu yang dipasangkan spandek oleh pihak pengembang.

Menurut warga, berdasarkan sertifikat yang dimiliki warga, bahwa jalan tersebut sudah ada sejak tahun 1976. Karena itu, warga meminta pihak perusahaan untuk tidak menutup satu-satunya yang menjadi akses jalan tembus hingga ke jalan Biola Punia, Kota Mataram. Kata warga, jalan itu juga sudah ada sejak lahan itu menjadi komplek perkantoran pemerintahan kabupaten Lombok Barat.

Hal senada disampaikan warga lainnya, yaitu Ni Putu Sudani ST, bahwa bersama warga lainnya hanya ingin meminta hak saja agar jalan itu jangan ditutup. “Kami hanya meminta hak kami, agar jalan kami tidak ditutup”, harapnya.

Selama ini, sebut pemilik usaha persis disebelah timur proyek tersebut, selalu diam tidak pernah permasalahkan saat pengerjaan proyek tersebut, mulai dari polusi debu, bising, hingga getaran. “Kami tidak pernah minta ganti rugi, tetapi kalau masalah jalan sampai ditutup kami tidak akan tinggal diam”, katanya.

Aksi protes yang dillakukan oleh warga ini juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dari Polres Mataram lengkap dengan tamengnya.

Aksi warga akhirnya ditemui oleh perwakilan dari pihak perusahaan dan sempat beradu argumen dengan warga yang saat itu didampingi oleh sejumlah pengacara dari kantor pengacara Ekadana dan Rekan.

Menanggapi aksi protes warga, perwakilan perusahaan, Kusnadi mengatakan bahwa sebelum pemagaran tersebut pihak prusahaan telah duduk bersama dengan perwakilan warga. Kata dia, disepakati diantaranya rekonstruksi (pengukuran ulang). Namun, belakangan rekonstruksi yang awalnya disetujui oleh perwakilan warga itu, namun dilapangan warga melakukan penolakan.

Menurutnya, dari proses rekonstruksi tersebut masih ada tanah perusahaan sekitar 4 are lebih termasuk jalan tersebut. Kusnadi mengakui bahwa pemagaran tersebut sudah dilaksanakan sejak kemarin dan direncanakan harus rampung hari ini (kamis, 4/5/2015).

Meskipun pemagaran itu diprotes warga, Kusnadi menyebutkan bahwa kalau sesuai dengan kesepakatan awal pasti ada solusinya. bahkan ditegaskan Kusnadi, jalan yang saat ini dipersoalkan oleh warga merupakan akses jalan dikomplek perkantoran pemda Lombok Barat termasuk lahan yang dijual ke pihak perusahaan.

Sementara itu, setelah menggelar aksi protes, warga langsung memdatangi kantor Wali Kota Mataram untuk menyampaikan secara langsung persoalan yang mereka hadapi, namun karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota sedang tidak ada ditempat, warga diterima oleh Asisten I, Lalu Indra Bangsawan didampingi oleh Kabag Hukum, Kasat Pol PP, Camat Mataram, Lurah Punia dan Kapolsek Mataram.

Menanggapi aspirasi warga itu, Asisten I mengatakan bahwa aspirasi dari warga tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota untuk dicarikan solusi yang terbaik.

Sumber : http://mataramnews.com/

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply