Waspada ! Penipu CPNS Masih Gentayangan!

Waspada ! Penipu CPNS Masih Gentayangan!
Posted by:

MATARAM-Beredarnya hoax Laporan Penetapan e-Formasi Tenaga Honorer, Pegawai Tidak Tetap, Pegawai Tetap Non-PNS, dan tenaga kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016-2019 cukup membuat resah. Informasi ini beredar secara berantai. Salah satunya melalui pesan singkat whatsapp.

Informasi ini mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati membantah informasi tersebut.

Demikian halnya dengan Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram I Gde Sugiartha. Ia ikut mengimbau masyarakat tidak terpancing.  “Benar memang ada informasi akan ada pembukaan CPNS. Tapi sampai saat ini belum ada informasi resmi berapa formasi yang diterima,” kata Sugiartha.

Karena itu ia meminta masyarakat waspada. Serta hati-hati menyikapi berbagai iming-iming dan godaan orang yang ngaku-ngaku bisa menjadi jalan penerimaan CPNS atau tenaga honor.

“Saya pastikan itu pembohong. Masyarakat harus segera melaporkan kalau ada. Apalagi sampai mereka meminta uang,” tegasnya.

Sugiarta mengaku geram. Karena ada oknum masyarakat yang coba bermain dan memanfaatkan harap-harap cemas masyarakat pada informasi CPNS. Menurutnya kesalahan mereka tidak pantas ditolelir. Pelakunya harus dihadapkan pada hukum.

“Pemerintah kota sejauh ini kami lihat juga sudah sangat transparan dalam membangun informasi soal CPNS. Kalaupun memang formasinya nanti turun, tentu akan ada pengumuman dari pemerintah,” tegasnya.

Informasi seputar penerimaan pegawai honor dan CPNS kerap kali digunakan untuk melakukan aksi tipu-tipu. Seperti sekitar empat hari lalu, seorang wanita berinsial E ditangkap jajaran Polsek Pagutan karena mengaku bisa membantu orang sebagai pengawai RSUD Kota Mataram.

“Ia mengaku, tapi bukan karyawan rumah sakit,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra.

Informasi ini ia dapat dari Bagian Keuangan RSUD Kota Mataram. Modusnya dengan meminta para korban membayar sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran. Jumlah orang yang tertipu sekitar 30 orang.

“Jadi kami perlu mengimbau pada masyarakat. RSUD tidak pernah buka lowongan kerja. Hati-hati dengan informasi yang tidak benar. Dan tolong konfirmasi dulu ke Bagian Umum bila ada yang menawarkan seperti itu,” sarannya.

Sementara itu IPDA Agus Rachman, Kapolsek Pagutan pelaku ditangkap di BTN Taman Indah. “Karena korban banyak dari luar Pagutan, proses hukum kita arahakan ke Polres Mataram,” kata Agus. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.