Zakat Terkumpul Baru Rp 7,9 Miliar | SUARANTB.com

Zakat Terkumpul Baru Rp 7,9 Miliar | SUARANTB.com

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sejak Januari hingga Mei 2018 telah mengumpulkan Rp 7,9 miliar zakat dari masyarakat. zakat yang terkumpul ini sebagian diantaranya telah disalurkan, sisanya akan disalurkan pascalebaran.

Sekretaris Banzas Provinsi NTB, H. Awaluddin menyebut, zakat yang disalurkan sebelum lebaran ini untuk sasaran fakir miskin, bantuan modal usaha, fisabilillah (orang yang sedang dalam perjalanan) dan mahasiswa-mahasiswa yang melakukan penelitian.

Rencananya, sebelum lebaran ini, Baznas juga akan mendistribusikan zakat kepada guru-guru honorer di madrasah-madrasah, atau sekolah umum swasta lainnya.

“Rencananya untuk guru-guru honorer, yang ngejob di sekolah-sekolah swasta ini kita akan berikan sebelum lebaran. Berhubung banyaknya kegiatan, kita akan berikan nanti setelah lebaran,” jelas H. Awaluddin pada Suara NTB, Senin, 11 Juni 2018 kemarin.

Zakat untuk guru-guru honorer ini disiapkan Rp 1,4 miliar. Sebelumnya direncanankan, masing-masing guru dijatah Rp 600.000, mengingat banyaknya jumlah guru honorer ini, besarannya di kurangi menjadi Rp 400.000/guru.

“Guru agama saja sudah lebih dari 1.500 jumlahnya. Karena banyaknya, kita kurangi besaran yang akan diterima per guru,” terangnya.

Zakat ini diberikan bagi guru-guru honorer di sekolah swasta yang penghasilannya sangat jauh di bawah kata layak sebulan. Ketika para PNS dan pensiunan diguyur THR (Tunjangan Hari Raya) oleh pemerintah, mereka ini yang sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Karena itu, dana yang disediakan ini seyogiyanya juga akan dijadikan konversi bagi mereka yang tak mendapatkan THR.

“Selesai lebaran Insya Allah kita akan berikan,” demikian H. Awaluddin.

Secara umum, tahun 2018 ini Baznas NTB menargetkan dapat mengumpulkan sebesar Rp 20 miliar zakat. Dari jumlah itu, Baznas telah memetakan alokasikan untuk lima sasaran utama. Untuk pendidikan fakir miskin direncanakan alokasinya sebesar Rp 1,5 miliar, kesehatan fakir miskin Rp 1,5 miliar,  Baznas peduli (untuk orang miskin/rumah tidak layak huni) Rp 4,2 miliar, ekonomi fakir miskin (modal usaha) Rp 2 miliar dan dakwah (termasuk di dalamnya guru-guru) dianggarkan Rp 5,5 miliar.

Awaluddin menyinggung soal alokasi untuk Baznas Peduli, salah satu sasarannya adalah mengentaskan rumah kumuh. Tahun ini targetnya 250 unit rumah kumuh dibedah, dengan anggaran Rp 15 juta/unit rumah. Termasuk juga untuk penyediaan jamban 300 jamban.

Sementara untuk ekonomi fakir miskin sasarannya pemberian modal untuk mendorong pengembangan wirausaha, agar masyarakat tidak terjerat oleh praktik rentenir. (bul)

 

Source link

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.